Random Health Facts #1

Lagi baca update info kesehatan dari twitternya detikcom. Kok kayaknya sayang yah kalo abis baca, lupa, trus mau baca lagi males nyari linknya. Jadi, mumpung lagi ada waktu lowong gw mau bikin ringkasannya nih. Happy reading! *kayak ada yang baca blog lw aja, lay!*

=================

SARI NANAS HARAPAN BARU OBAT HIV

Nanas (Ananas comosus) merupakan tanaman tropis yang bisa dijumpai di berbagai wilayah Indonesia. Buahnya bukan merupakan buah sejati, melainkan buah majemuk yang mengumpul jadi satu.

Salah satu kandungan yang sangat dominan dalam buah ini adalah bromelain, enzim penghancur protein yang sering dimanfaatan untuk melunakkan daging saat memasak. Rupanya selain untuk memasak, enzim ini juga bisa memecah protein dalam selubung virus penyebab AIDS yakni Human Immunnodeficiency Virus (HIV).

Khasiat ini dibuktikan dalam penelitian sederhana yang dilakukan oleh Dr.rer.nat Maruli Pandjaitan dan rekan-rekannya dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Swiss-German Unversity, BSD Tangerang. Dalam penelitian awal ini, Maruli melibatkan 3 pasien HIV positif sebagai obyek uji.

Setelah diberi jus nanas secara rutin selama 4 minggu, ketiga pasien menunjukkan perkembangan positif terkait kadar CD4 (cluster of differentiation 4) yang merupakan indikator daya tahan tubuh. Peningkatan kadar C4 cukup signifikan, dari sekitar 150 cell/ul menjadi 650-720 sel/ul (normal 410-1.100 sel/ul).

=================

DOKTER UI DETEKSI KEGANASAN OTAK LEWAT RASIO METABOLISME

Salah satu bentuk keganasan otak yang paling sering ditemukan adalah astrositoma. Astrositoma merupakan keganasan otak tersering kedua setelah meningioma. Karenanya penentuan derajat astrositoma adalah hal yang penting untuk menentukan pengobatan yang tepat seperti dilakukan dokter dari UI.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) membagi diagnosis derajat astrositoma menjadi 4 bagian, yaitu:

1. Derajat I: Juvenila Pilocytic Astrocytoma (JPA)
2. Derajat II: Low-grade Astrocytoma
3. Derajat III: Analplastic Astrocytoma
4. Derajat IV: Glioblastoma Multiforme (GBM)

Astrositoma derajat I dan II disebut sebagai astrositoma derajat rendah, dan astrositoma derajat III dan IV disebut sebagai astrositoma derajat tinggi.

Dengan menentukan rasio dari metabolit zat kimia di otak pada pasien astrositoma akan menjadi bagian penting dalam diagnosis prabedah, praradiasi atau prakemoterapi. Sehingga derajat keganasan bisa diketahui dan dapat menentukan pilihan pengobatan yang paling efektif. Pemeriksaan noninvasif ini menggunakan magnetic resonance spectroscopy (MRS).

Metabolit (hasil metabolisme) yang ditemukan pada otak normal adalah NAA (Na-asetil aspartat), Cho (kolin), Cr (kreatin), mI ( Mio-inositol) dan Glx (Glutamin-glutamat). Sedangkan jika terjadi kelainan di otak akan muncul metabolit kimia lain yaitu Lip (lipd), Lac (laktat) dan Ala (alanin).

Diketahui bahwa peningkatan Cho berkaitan dengan adanya tumor, penurunan NAA dan Cr berhubungan dengan adanya kerusakan neuron (saraf) dan peningkatan metabolisme sel, peningkatan mI berkaitan dengan penurunan derajat keganasan dan peningkatan lipid serta laktat berhubungan dengan peningkatan derajat keganasan.

Dengan menggunakan rumus tertentu, nantinya didapatkan rasio metabolit kimia di otak untuk menentukan derajat astrositoma.

=================

YANG HARUS DILAKUKAN SAAT MIMISAN

Mimisan atau epistaksis biasanya disebabkan oleh pecahnya membran tipis yang membatasi bagian lubang hidung (nostril). Darah yang keluar dari hidung akan berhenti jika sudah menggumpal.

Saat mimisan terjadi, biasanya orang akan menengadahkan kepalanya agar darah tidak terus keluar. Namun cara ini salah dan jangan dilakukan, karena justru dapat membahayakan orang tersebut.

Hal ini karena kepala yang terangkat ke atas akan membuat darah yang seharusnya keluar menjadi masuk ke tenggorokan dan menyumbat jalur pernapasan, sehingga memicu seseorang tersedak yang nanti akan membuatnya menjadi muntah. Selain itu darah ini juga bisa mengiritasi lambung.

Untuk mengatasi mimisan, posisi yang ideal adalah dengan mendudukkannya dan dengan posisi badan condong ke depan. Posisi ini akan membuat darah keluar dari hidung dan orang lain dapat melihat kapan darah tersebut berhenti keluar.

Berikut beberapa cara sehat dan cepat untuk mengatasi hidung berdarah atau mimisan:

  1. Cubit bagian lubang hidung dengan lembut dan hati-hati menggunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk membendung aliran darah, setidaknya 5 menit.
  2. Cobalah bernapas melalui mulut
  3. Duduk dengan tenang dan jaga kepala lebih tinggi daripada jantung
  4. Jangan berbaring atau meletakkan kepala di antara kaki
  5. Kompres hidung dan pipi dengan es yang dibungkus handuk

Setelah darah berhenti, ada pula beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah darah keluar lagi, yaitu:

  1. Istirahat dengan posisi kepala agak ditinggikan, sekitar 30 hingga 45 derajat
  2. Jangan meniup hidung atau memasukkan apapun ke dalamnya. Jika harus bersin, buka mulut Anda sehingga udara akan keluar dari mulut bukan hidung.
  3. Jangan mengejan saat buang air besar, sebaiknya gunakan pelunak kotoran atau pencahar.
  4. Sementara jangan mengangkat benda yang berat
  5. Cobalah selalu menjaga posisi kepala lebih tinggi dari jantung
  6. Jangan merokok
  7. Sebaiknya jangan mengonsumsi minuman panas setidaknya selama 24 jam
  8. Hindari minum obat yang dapat mengencerkan darah, seperti aspirin, ibuprofen, clopidogrel bisulfat (Plavix) atau warfarin (Coumadin).

=================

sumber: http://www.detikhealth.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s